Mengatasi Kebosanan Di Tempat Kerja

On Saturday, February 28th, 2009

karier-wanitaJangan sampai rasa jenuh atau tidak ada motivasi membuat Anda jemu terhadap pekerjaan. Teruslah kembangkan berbagai kesempatan agar pekerjaan Anda lebih bermakna. Umumnya kita memimpikan pekerjaan yang ideal, yaitu pekerjaan yang membuat kita termotivasi, terinspirasi, dihormati, dan tentunya, mendapat gaji yang baik.

Tetapi bisa saja kita mendapatkan kenyataan yang berbeda dari harapan. Perasaan bosan, jenuh dan tidak puas merupakan sumber utama dari stres. Alasan mengapa Anda tidak puas dengan pekerjaan biasanya antara lain:
* Konflik dengan sesama rekan sekerja
* Konflik dengan atasan
* Tidak memiliki perlengkapan dan sumber yang memadai untuk menunjang keberhasilan Anda dalam bekerja
* Penghasilan yang tidak sesuai dengan tanggung jawab yang Anda pegang
* Tidak mendapat kesempatan untuk dipromosi
* Pendapat Anda tidak didengar
* Takut kehilangan pekerjaan karena pengurangan tenaga kerja

Luangkan sedikit waktu untuk memikirkan tentang apa yang memotivasi dan menginspirasi Anda. Lalu sortir beberapa strategi agar Anda dapat melewati hari-hari kerja Anda.
Refleksikan pendekatan Anda dalam bekerja.

Setiap orang cenderung melakukan tiga perspektif pendekatan dalam bekerja. Meskipun ketiganya sama penting, namun salah satunya tetap merupakan prioritas. Ketiga perspektif tersebut adalah:

TUGAS. Bila pendekatan Anda terhadap pekerjaan sebagai tugas, perhatian utama Anda lebih kepada penghargaan finansial. Pada kenyataannya Anda kurang menyukai pekerjaan yang Anda geluti. Bagi Anda yang penting adalah penghasilan yang diperoleh. Bila ada suatu tawaran pekerjaan dengan penghasilan yang lebih besar, Anda pasti akan mengambilnya.

KARIER. Bila pendekatan Anda terhadap pekerjaan adalah karier, maka Anda tertarik pada promosi. Anda tertarik meraih jenjang tertinggi di perusahaan tersebut atau menjadi orang yang paling berhasil secara profesional di bidang Anda. Anda termotivasi oleh status, harga diri dan kekuasaan.

PANGGILAN. Bila pendekatan Anda pada pekerjaan sebagai panggilan, perhatian Anda terletak pada pekerjaan itu sendiri. Anda bekerja tidak untuk uang atau kemajuan karier tetapi lebih pada kepuasaan dari pekerjaan yang Anda geluti.

Ketiga perspektif pendekatan bekerja di atas sangat mempengaruhi semangat Anda di tempat kerja. Dengan menyadari pendekatan terhadap pekerjaan, Anda bisa merefleksikan mengapa Anda bekerja bila Anda tidak puas dengan pekerjaan Anda dan siap untuk pindah ke pekerjaan lain. Ingatkah Anda apa yang menyebabkan Anda menerima dan bersedia melakukan pekerjaan yang sekarang Anda geluti.

Ciri-cirinya
Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah mengalami gejala hilang semangat seperti dibawah ini:
* Apakah Anda merasa lebih sinis, kritis dan sarkastik?
* Apakah Anda sudah tidak dapat bersenang-senang lagi?
* Apakah setiap kali berangkat kerja Anda merasa berat dan mengalami masalah pada saat akan memulai pekerjaan Anda begitu Anda tiba di kantor?
* Apakah Anda lebih mudah marah dan menjadi kurang sabar dengan sesama rekan sekerja atau dengan pelanggan?
* Apakah Anda merasa bahwa Anda menghadapi masalah yang tidak dapat diatasi di tempat kerja?
* Apakah Anda merasa Anda tidak akan pernah memiliki tenaga agar dapat produktif secara konsisten atau merasa puas atas prestasi Anda?
* Apakah Anda sulit untuk tertawa?
* Apakah Anda tidak senang dan bosan bila rekan sekerja Anda menanyakan apakah Anda baik-baik saja?
* Apakah Anda kecewa dengan pekerjaan Anda?
* Apakah kebiasaan tidur atau selera makan Anda berubah?
* Apakah Anda mengalami masalah dengan sakit kepala, sakit leher atau sakit punggung bagian bawah?
Bila Anda menjawab “ya” pada pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda mungkin kehilangan semangat dan juga depresi. Hilang semangat dapat merupakan hasil dari:
* Tidak adanya control. Mungkin Anda tidak sanggup untuk mengambil keputusan yang berdampak pada pekerjaan Anda seperti misalnya jam kerja Anda atau tanggung jawab yang Anda peroleh. Mungkin Anda tidak sanggup untuk mengontrol beban pekerjaan yang harus Anda kerjakan.
* Harapan pekerjaan yang tidak jelas. Misalnya ketidakpastian pada wewenang yang Anda miliki dan tidak memadainya sumber yang diperlukan atas pekerjaan yang Anda lakukan.
* Disfungsi dinamika tempat kerja. Misalnya rekan sekerja yang senang menggertak, atau rekan sekerja yang senang melecehkan Anda atau atasan yang mengontrol pekerjaan Anda sampai ke hal-hal yang sekecil-kecilnya.
* Penghasilan yang tidak sesuai. Anda akan merasa jenuh bila penghasilan yang Anda peroleh tidak sesuai dengan usaha yang dikelola oleh perusahaan tempat Anda bekerja atau cara perusahaan tempat Anda bekerja mengatasi keluhan pegawainya.
* Kegiatan yang ekstrim. Bila pekerjaan terlalu monoton atau terlalu berantakan, Anda membutuhkan enerji yang konstan agar dapat tetap fokus. Dengan berjalannya waktu energi Anda terkuras dan dapat mengarah pada hilangnya semangat kerja.

Incoming search terms for the article:

Posted in Global, Tips

comment closed