Gaya Maroko ala Shafira

On Thursday, September 2nd, 2010

Kemewahan etnik Maroko menjadi inspirasi Shafira untuk koleksi terbarunya,namun tidak diaplikasikan secara mentah.Fenny Mustafa,sang desainer,tetap mengombinasikannya dengan unsur etnik Tanah Air.

Perpaduan dua elemen tersebut tersaji apik dalam pertunjukan Lebaran Bersama Shafira 2010 yang mengambil tema “Printemps Dans Le Desert”. Seperti tahun lalu, Shafira tidak hanya mempersembahkan koleksi terbaru, tahun ini rumah mode muslim tersebut melanjutkan provokasi untuk lebih “menghidupkan” industri fashionmuslim Tanah Air.Tahun lalu bertepatan dengan perayaan dua dekade brand, Shafira memperkenalkan tema “La Fleur de Shafira” yang berarti bunga Shafira yang terus berkembang.Tak sekadar berwajah baru,namun terus tumbuh dan berkembang menjadi sebuah bunga yang indah, mekar, dan mewangi.

“Tahun ini lewat Lebaran Bersama Shafira 2010 kami ingin melanjutkan provokasi tersebut dan membawa industri busana muslim Indonesia ke level yang lebih tinggi,” kata Direktur Marketing Shafira Elidawati Ali Oemar. Level yang lebih tinggi yang dimaksud Elida tentu saja ekspansi pasar di ranah internasional. Karenanya, sejak dua tahun lalu Shafira telah menyuntikkan elemen-elemen internasional ke dalam koleksinya.“Jadi, rancangannya tidak hanya mengadaptasi budaya Nusantara, melainkan juga beragam budaya dunia,”ungkap Elida. Lebih lanjut dia menjelaskan, cross-cultured yang terjadi di segala bidang merupakan wujud era globalisasi.

“Karena itu, tahun ini kami juga mengambil inspirasi silang budaya, di mana unsur etnik Indonesia dipadu dengan kemewahan etnik Maroko menjadi sebuah karakter eklektik,” sambung Fenny Mustafa, pendiri sekaligus Direktur Kreatif Shafira. Tidak hanya dari segi konsep, sentuhan internasional pun terasa pada permainan cutting serta siluet. Koleksi Shafira untuk Lebaran 1431 H tampil lebih minimalis dan praktis. Moslem evening wear tampil glamor dalam kemasan yang lebih sederhana.Fenny banyak bermain layeringdan mengurangi detail payet.

Kerudung pun tidak lagi berlapis dan penuh hiasan dekoratif, melainkan hanya menggunakan simpul atau bros sebagai penghias jilbab dari bahan cotton shimmerdan chiffone. Sementara dari segi warna, Shafira tetap menyuguhkan palet khas,seperti marun,turqouise,ungu, hingga nuansa terakota.Sementara untuk lini yang lebih kasual,Shafira menawarkan ragam modifikasi tunik serta luaran. Elida menyatakan, gaya tersebut dihadirkan Shafira untuk merangkul konsumen muda. “Sekarang ini para muslimah muda menginginkan busana yang tidak hanya praktis tapi juga trendi.

Karenanya, kami mencoba mengakomodasi hal tersebut dengan menawarkan ragam jaket serta luaran yang mudah dipadu-padankan,” ujar dia. Jadi, tidak heran bila gaya rancangan Shafira hadir lebih ringan. Pilihan dalam satu set pakaian ditata dinamis dengan permainan bahan berbeda. Kombinasi itu juga terlihat pada komposisi blus tunik longgar yang bisa dipadu bersama denim, legging, maupun celana katun.Sementara bagi yang ingin terlihat fashionable saat melaksanakan salat Idul Fitri bisa memilih padanan unik berupa blus tunik dan mukena dengan warna dan aplikasi bordir senada.

Lainnya, Shafira menawarkan ragam eksotisme batik, tenun, serta ragam hias khas Maroko. Kerajinan kriya menjadi detail dekoratif utama pada koleksi Shafira. Ornamen tembaga khas Jawa berbentuk perhiasan seperti buckle terlihat manis saat bersanding dengan siluet maxi dress. Tenun Jepara dan Makassar diaplikasikan sebagai aksen menarik di sana-sini dan mempertegas kesan etnis evening wear. “Unsur kriya memang sengaja ditonjolkan sebagai detail sekaligus merupakan salah satu upaya Shafira untuk menciptakan daya saing tinggi bagi kerajinan kriya Indonesia yang juga bisa dijadikan peluang industri dan pasar,” ujar Elida. Tidak hanya merangkul pasar yang lebih muda, Shafira juga berusaha memperluas range usia konsumennya.

“Untuk koleksi Lebaran tahun ini, pada intinya kami berusaha memberi alternatif busana untuk semua anggota keluarga. Jadi, tidak hanya untuk orang tua dan anak, tapi juga bagi kakek serta nenek,”papar Elida.Hal itu,lanjut Elida,juga merupakan permintaan dari konsumen. “Saat berbelanja,mereka suka bertanya, koleksi mana yang bisa digunakan untuk orang tua mereka. Dari situlah kami ingin memberikan pilihan gaya bagi semua generasi,”pungkasnya.(lesthia kertopati)

Incoming search terms for the article:

comment closed