Menangis Itu Perlu

On Thursday, October 28th, 2010

Ih, cengeng! Begitu saja menangis. Mulai sekarang, jangan suka menuduh orang demikian. Karena menangis ternyata bermanfaat. Penelitian terbaru yang membuktikan hal itu.

Mungkin kita sudah tahu kalau aktivitas menangis itu dapat menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh, yang tentunya membuat perasaan kita lebih baik, bukan? Bahkan bayi atau anak-anak menangis pun ada maknanya. Bisa karena ada masalah fisik, bisa juga untuk mencari perhatian. Nah, penelitian terbaru ini dilakukan oleh Oren Hasson, ilmuwan Israel, bahwa tangisan dapat dijadikan sebagai penghalang keagresifan yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain saat menangis berarti kita tengah menurunkan mekanisme pertahanan diri alias memperlihatkan penyerahan diri. Yang berarti, mengirim sinyal pada ‘lawan’ agar menahan diri atau penuh pertimbangan dalam melakukan sesuatu.

Kata Hossen seperti dikutip Livescience, “Jika engkau ingin menunjukkan penyerahan diri pada lawan dan menarik simpati darinya, cobalah dengan menangis”. Atau pasangan melakukan KDRT, bisa tak bisa melawannya cobalah dengan menangis, usahakan yang keras agar ada yang mendengar dan pasangan mengerem tindakannya.

Aktivitas menangis menjadi tidak perlu dan bahkan menunjukkan kecengengan bila kondisinya tidak tepat. Misalnya, ada tumpukan pekerjaan, dicibir teman atau partner kerja. Ada hambatan dalam pekerjaan, tak perlu menangis. Menangis pada situasi itu berarti memang Anda cengeng.

Incoming search terms for the article:

comment closed