Facts About Soulmate
1. Menentukan apakah seseorang soulmate atau bukan, biasanya dengan rasa ketertarikan, yang melibatkan perasaan. Padahal perasaan seringkali tak bisa diandalkan.
2. Soulmate merefleksikan jiwa kita sendiri. Bagaimana Anda mengenali seorang soulmate, bila kita seringkali tak mengenali diri sendiri?
3. Taruh kata, Anda percaya telah menemukan soulmate di usia 22 tahun, kemudian hubungan itu ternyata berakhir pada usia Anda 25 tahun. Akankah Anda sendirian semuru hidup karena, toh soulmate hanya ada satu kalau menurut mitos.
4. Kalau menurut mitos, begitu bertemu soulmate maka akan terjalin hubungan yang otomatis harmonis. Padahal, sudah berapa lama antara Anda dan soulmate tidak bertemu? Bagaimana Anda dan soulmate dibesarkan? Pastinya butuh banyak waktu untuk penyesuaian. Tidak bisa langsung jadi.
5. Hubungan dengan soulmate akan berumur panjang? Coba bayangkan, sahabat Anda di SD akankah tetap menjadi sahabat pada usia Anda 80 tahun? Bisa saja terjadi tapi sangat langka. Semua manusia akan berkembang. Entah ke arah yang lebih baik atau sebaliknya. Dan kalau salah satu orang terdekat tidak bisa mengimbangi perkembangan kita, kayaknya hubungn akan berakhir.
6. Soulmate adalah cinta seumur hidup? Anda baru akan tahu pada detik akhir hidup Anda, bukan pada awal hubungan dengan seseorang.
7. Ada mitos mengatakan hubungan soulmate akan gagal bila tidak berumur panjang. Padahal, tak ada istilah gagal dalam hubungan dengan seseorang. Berapa lama pun hubungan pasti berhasil karena keduanya belajar dan mendapatkan sesuatu satu sama lain. Bahkan pengalaman buruk sekalipun. Itu yang membuat seseorang menjadi dewasa.
8. Belahan jiwa adalah seseorang yang membuat hidup kita nyman dan aman dalam segala sesuatu. Belahan jiwa tak hanya pasangan, bisa saja dia adalah sahabat, orang tua, saudara atau lainnya.
9. Menurut John Gray, dalam bukuny Mars And Venus On A Date , pada pria, untuk mengetahui bahwa seseorang itu adalah belahan jiwanya atau bukan, dimulai dari adanya ketertarikan jiwa. Dan ketertarikan jiwa tidak didasarkan pada soal mengetahui dan menemukan sebuah daftar kualitas dan karakteristik khusus yang mesti ada pada diri Anda. Sebaliknya, ini adalah pengakuan bahwa Anda memiliki apa yangdibutuhkan pasangan untuk menumbuhkan jiwanya, dan pasangan Anda memiliki apa yang Anda butuhkan.
10. Untuk merasakan hubungan batin/jiwa dengan seseorang, hati Anda mesti dibuka. Jatuh cinta pada seseorang merupakan indikasi bahwa orang itu mungkin bisa menjadi soulmate Anda. Apakah soulmate ini akan berakhir dengan menjadi jodoh Anda, ini tergantung dari Anda untuk menjalani betama tahap-tahap pacaran.
11. Menurut John Gry, pada perempuan, mengetahui kehadiran soulmate lebih mengandalkan kata hati. Ketika cinta tumbuh, Anda dapat mengetahui apakah sang pria cocok untuk Anda, bukan karena kemampuan pria itu untuk menjadi pasangan yang sempurna, maleinkan karena dalam diri Anda sendiri merasakan cinta yang tak bersyarat yang mengakui, “Inilah orang yang pantas bersamaku.” Jiwa dan batin Anda tahu begitu saja tentang hal itu.




comment closed